Jumat, 27 Juli 2012

5 Alasan Hancurnya Warnet


Penyebab Warnet ( warung internet ) hancur/ bangkrut

Era globalisasi, era dimana tidak ada batasan antara Negara yang satu dengan Negara yang lain. Sungguh benar-benar keajaiban dibandingkan dengan jaman dulu yang mana masih menggunakan burung sebagai alat komunikasi. Dewasa kini, komunikasi menggunakan internet menjadi salah satu cara yang paling popular dan paling diminati oleh masyarakat dunia. Baik dari rakyat yang memiliki harta lebih ataupun rakyat yang tidak memiliki banyak harta.

Dengan perkembangan zaman yang semakin maju internet yang semula hanya bisa dipakai oleh kaum elite. Sekarang bisa dipakai oleh kaum yang terbawah. Hal ini disebabkan biaya yang digunakan oleh pengguna semakin lama semakin berkurang. Hal ini membuat masyarakat mencoba untuk membuat warnet yang amat diminati oleh masyarakat kini. Disamping bisa menghasilkan hasil yang melimpah dan kepuasan batin, ternyata warnet juga memiliki kekurangan dan tidak sedikit warnet yang bangkrut karena beberapa hal. 



Berikut akan saya paparkan beberapa penyebab warnet menjadi bangkrut berdasarkan observasi saya selaku menjadi konsumen warnet yang setia J :

1.       Penurunan kecepatan warnet alias lemod. Lemot menjadi hal yang paling dibenci oleh konsumen. Entah kenapa, padahal bayarnya ya murah namun mereka sangat protes sekali. Kalo menurut saya, bukan biayanya yang mahal tapi waktunya lah yang mahal karena Orang cenderung malas untuk menunggu. Pasti tiap orang mempunyai aktifitas lain. Nah kalo kewarnet untuk buang-buang waktu karena lemod, jadi panas juga kan??
2.       Penjaga warnet yang galak, jutek, cuek dan non-fasionable. Sapa juga coba yang mau berdekatan dengan orang yang tidak layak untuk didekati, mendingan cari warnet yang penjaganya ramah, sabar dan fasionable. Yang saya maksud “ fasionable” bukanlah cantik atau ganteng tapi enak dipandang. Artinya semua orang bisa fasionable, meski memiliki kekurangan
3.       Adanya intimidasi atau penggurangan kualitas dari warnet. Hal ini jarang sekali diketahui oleh pelanggan, namun jika diadakan observasi, tidak sedikit pengurus warnet yang menggurangi kualitas dari warnetnya agar mendapatkan laba yang lebih banyak dari sebelumnya. Namun na’asnya, hal ini akan membuat warnet semakin sepi dan bangkrut
4.       Adanya kenaikan tarif dari tarif standart yang biasa dipakai. Tiap pemilik warnet memiliki alasan tersendiri untuk menaikan tarif warnetnya, namun apapun alasannya pelanggan tidak akan mau tau dan pasti akan mencari warnet yang lebih murah dan tidak kalah kualitasnya dengan warnet yang sedang naik ini.
5.       Adanya dominasi pelanggan yang berbentuk grup sehingga terlihat seakan-akan menjadi pengguasa warnet tersebut. Contohkan saya, anak-anak brandal yang memiliki kumpulan seperti geng motor sering  bermain di sebuah warnet yang mereka sukai. Kemudian mereka bikin onar dengan mulut kotor mereka. Orang mana yang tidak terganggu dengan kata-kata mutiara hitam yang dilontarkan di telinganya? Pasti semua orang akan malas untuk kewarnet yang tidak aman itu dan mencari warnet yang lebih tenang dan nyaman.

Itulah beberapa factor yang saya (nur kurosaki) dapat dari observasi saya di beberapa warnet yang ada dilamongan. Untuk warnet-warnet professional seperti yang di Surabaya atau kota-kota besar yang lain, akan memiliki faktor yang berbeda juga sih. Tapi apapun masalahnya asal dihadapi dengan usaha tanpa menyerah pasti ada jalan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar