Sabtu, 28 Juli 2012

FENOMENA Penurunan kualitas manusia dekade kelahiran 1991 keatas (1991,92,93,94,95,96,97)

FENOMENA Penurunan kualitas manusia dekade kelahiran 1991 keatas (1991,92,93,94,95,96,97)

Entah ada apa dengan pemuda sekarang, entah bagaimana tanggung jawab yang diberikan kepada pemuda keliharin dekade 1991 keatas menjadi luntur dan tidak tegar seperti pemuda-pemuda yang dulu. Seperti ada sebuah kekuatan mistik yang membuat kemampuan kepemimpinan mereka menjadi semakin menurut disetiap tahunnya. Percaya atau tidak, inilah yang terjadi. Saya mendapatkan kesimpulan seperti ini berdasarkan observasi yang saya buat yang melibatkan banyak pihak. Pihak-pihak yang saya libatkan disini tidak akan saya paparkan karena mereka juga tidak sadar kalau saya memang mengobservasi mereka sejak dari awal.



Cobalah kita tenggok ke pemuda yang sekarang menjalani masa-masa SMP mereka. Cobalah bandingkan cara keorganisasian OSIS pada tahun anda dengan tahun mereka kini. Pasti banyak sekali perbedaaan yang mencolok bukan? Khususnya pada kedewasaan para pelajar ini. Satu hal yang paling saya temukan dan paling bertanggung jawab dari perbedaan ini adalah “ KERAS KEPALA “. Sifat keras kepala yang tumbuh dari siswa SMP kini, semakin besar dibandingkan tahun-tahun yang sebelumnya. Mereka lebih mengikuti naluri pikiran mereka yang tidak terkontrol, ketimbang mengikuti arahan orang tua mereka. APAKAH yang terjadi? Mungkin anda baru bertanya-tanya kini. Hal ini disebabkan oleh teknologi yang tidak bisa dikontrol oleh para pemuda SMP kini. Mereka memiliki obsesi yang amat tinggi tanpa melihat kebawah. Mereka dibutakan oleh teknologi yang seharusnya mereka kuasai. Tubuh mereka lebih pendek dibandingkan dengan anak-anak yang lahir sebelum mereka. Haruskah pemuda masa depan menjadi kerdil-kerdil untuk menghentikan fenomena ini?

Sekarang mari kita tengok ke pemuda 2012 yang sedang menjalani masa SMAnya. Iya tidak ada perubahan yang tampak jika kita melihat dari fisiknya saja, namun jika diamati lebih dalam lagi, kita akan mengetahui perubahan pesat yang selalu menurun ditiap tahun kelahiran. Perubahan itu adalah perubahan “MORAL”. Dewasa kini, sifat remaja SMA cenderung mengarah ke tokoh-tokoh sinetron televisi yang sesungguhnya tidak patut untuk ditiru. Namun apa boleh buat, hal inilah yang sedang terjadi. Gaya bergaul yang semakin bebas, gaya pacaran yang tidak karuhan, gaya baju yang makin buta, dan gaya hidup yang melejit menjadi tren masa kini bagi para remaja SMA. Saya mengamati beberapa remaja SMA eh ternyata mereka beda banget dengan remaja SMA tahun saya dulu. Pakaian mereka menjadi semakin mencolok sekali, aurat menjadi tontonan yang gratis. Jiwa kepemimpinan remaja SMA pun semakin berkurang dari tahun ke tahun, hal ini disebabkan penurunan-penurunan yang telah saya paparkan diatas.

Manusia kelahiran dekade 1992 sepertinya juga mengalami masalah di jenjang setelah SMA yaitu dunia masyarakat atau dunia kampus bagi yang melanjutkan pendidikan ke jenjang universitas. Tidak heran, dengan adanya pengurangan-pengurangan di jenjang SMP dan SMA menjadi faktor yang amat bertanggung jawab dalam penurunan kulitas di dunia masyarakat/kampus. Berikut adalah beberapa penurunan-penurunan yang terjadi pada remaja setelah lulus SMA :

1 . remaja cenderung menggantungkan diri kepada teman, tanpa mengetahui usahanya sendiri dan tanpa memperhatikan temannya. “ apakah teman anda menerima gantungan dari anda?”

2 . lebih percaya pada orang lain ketimbang percaya pada diri sendiri. Ini adalah dampak dari “mencontek”, semisal seperti ini : teman anda meminta anda untuk mencoba rokok agar tidak stres, anda pun ikut teman yang merokok anda karena anda telah dibekali dengan mencontek. Banyak teman saya yang merokok karena kasus seperti ini.

3 . tahu tapi pura-pura tidak tahu. Sudah tau bahwa hal tersebut salah tapi masih dilakukan. Itulah yang saya maksud. Anda bisa menemukan sendiri contoh-contohnya karena banyak sekali

Dari banyak sekali penurunan yang saya paparkan diatas, sudah jelas bahwa kita harus merubah, kita harus berubah. Perubahan tergantung pada diri kita sendiri. Cara untuk berubah mempunyai cara yang berbeda di tiap individu. Jika bukan kita lalu siapa lagi? We can do anything as long as we don’t give up “ kita bisa melakukan apapun selama kita tidak menyerah”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar