Rabu, 28 Desember 2011

Akui Kelemahan Untuk Kelebihan

 
Manusia adalah makhluk ciptaan Allah SWT yang penuh dengan kekurangan. Pernyataan tersebut tidak bisa diungkiri lagi, iya kan pembaca setia?. Lalu kenapa ada orang yang terlihat sempurna di mata setiap orang? Jawab nya itu hanyalah ilusi kesempurnaan karena kesempurnaan hanya dimiliki Allah SWT. Tapi kita sebagai manusia harus berusaha dengan baik untuk menjadi lebih baik dari hari sebelum nya loh.

Kekurangan merupakan hal yang selalu dikeluhkan oleh sejumlah pihak dari pelajar, mahasiswa, pekerja wiraswasta, orang tua bahkan pemimpin-pemimpin kita. Pada hal nih mengeluh tidak akan menyelesaikan masalah. Apalagi untuk sekelas pemimpin yang harusnya memberi kontribusi yang baik bagi yang dipimpin malah sibuk dengan keluhan masing-masing dan merugikan orang-orang yang membutuhkan misalnya nih : rakyat jelata yang membutuhkan seorang pemimpin bukan pemeras. Nah hal ini lah yang membuat pandangan orang terhadap kita berubah. Dengan kita mengeluh setiap hari tanpa mengadakan evaluasi dan solusi bagai hanya akan berputar di roda kegelapan yang tidak ada batasnya. Kepercayaan yang kita dapatkan karena kelebihan kita akan berkurang karena kelemahan kita yang Nampak akibat dari keluhan hebat kita. Pembaca setia pasti paham kan? Bagaimana rasanya mempunyai kekurangan dan kekurangan itu ditolak oleh masyarakat di lingkungan kita. Tapi jangan khawatir, kalau kita bisa mengakui dan menyadari kelemahan itu kita pasti bisa mengconvert kelemahan itu menjadi kelebihan

Memang sih tidak mudah, mengakui kelemahan menjadi kelebihan kita. Namun saya menemukan sebuah ide untuk mengakui hal itu ketika  salah seorang teman sebaya saya memberi tahu saya bahwa orang yang sukses itu orang yang menguasai IQ ( intelegent quotient), EQ (emotional quotient), SQ (spiritual quotient), AQ(adversitas quotient), SI (social intelegance). Dari sini kita bisa mengambil salah satu element kekurangan kita dan membuatnya menjadi suatu kelebihan yang bisa kita manfaatkan apabila kita bisa menyadari dan memahami itu semua. Misalnya nih pembaca setia mempunyai kelemahan di IQ. Nah dari kelemahan di IQ ini kita akan mengasah IQ kita lebih intensif dibandingkan element yang lain. Meski beberapa dari pembaca setia memiliki hasil tes IQ yang kurang memuaskan dan mendapati bahwa tergolong IQ yang agak rendah tapi jangan menyerah sampai di situ ajah. IQ bukan patokan untuk kepintaran seseorang. Mari kita kasih Contohnya saja “saya”. Ketika tes IQ, IQ saya hanya 96. tapi kenapa dengan IQ 96 saya bisa melakukan banyak hal yang berguna bagi orang-orang yang saya sayangi? Jawaban nya karena saya mengetahui dan menyadari kekurangan IQ saya dan selalu berusaha untuk mengasah kemampuan IQ saya dengan semangat yang berkobar-kobar. Awal nya saya sangat sedih dan memang pasrah saja. Kemudian saya berfikir apakah pasrah adalah solusi? Ternyata jawabannya “tidak”.  haduh sedikit curhat deh,,,, hehehe. Asal positif halal-halal aja kan.



Mungkin hal-hal yang saya paparkan untuk pembaca setia mungkin terkesan kurang spesifik atau terlalu umum. Hal ini saya sengaja karena setiap orang pasti punya cara tersendiri untuk mengatasi kekurangan-kekurangan yang dimiliki oleh jati dirinya. ada pepatah mengatakan  “Temukan cara mu sendiri untuk mengatasi kekurangan mu”. Mengakui kelemahan dan berusaha mengasah kelemahan hanyalah 1 dari 1001 cara untuk mengatasi kelemahan loh, yang penting kita harus niat dan percaya diri. Jika pembaca setia menengok ke saudara-saudara kita yang tidak mempunyai anggota tubuh lengkap sebagai mana mestinya (cacat), akantetapi dia bisa melakukan hal-hal yang tidak bisa kita lakukan. bahkan dia bisa lebih dihargai dari pada kita yang tidak cacat. Tidakkah pembaca setia memahami bagaimana mereka menemukan caranya tersendiri untuk mengatasi kekurangan yang dimilikinya dan melawannya menjadi suatu kelebihan yang sungguh-sungguh menajubkan. Jadi “be yourself” meski kadang kamu diolok karena itu, tapi tetap loh ya hadapi dengan senyuman manis. :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar