Senin, 16 Januari 2012

Game juga Bisa Mendidik loh


Anggapan masyarakat tentang game yang membuat para penggunanya mengalami kerusakan mental bahkan fisik. Memang sudah tidak bisa kita ungkiri lagi. Disamping terusnya berkembangnya teknologi dan informasi. Terdapat pula perkembangan game yang terus-menerus, namun dengan berkembangan game yang terus menerus ini. Terjadilah perubahan yang amat terlihat namun tidak tampak dimata.




Diambil dari sebuah penelitian yang dilakukan oleh seorang mahasiswa dari suatu kota di jawa timur, Dia menemukan bahwa ternyata revolusi game telah terjadi kalangan anak-anak, Bahkan sebagian anak-anak yang dulunya pecandu game kemudian tumbuh besar dan menjadi dewasa. Ternyata kualitas hidupnya lebih baik daripada orang dewasa yang masa kanak-kanaknya tidak bermain game.

Mungkin beberapa dari kalian mempunyai argument yang sama dengan saya bahwa bermain game itu juga belajar. Karena pada hakikatnya belajar itu adalah sesuatu yang dinamis. Seperti yang diungkapkan oleh piaget bahwa belajar adalah pengetahuan yang dibentuk oleh individu. Sebab individu melakukan interaksi terus-menerus dengan lingkungan. Lingkungan tersebut mengalami perubahan. Dengan adanya interaksi dengan lingkungan maka funsi intelek semakin berkembang (Bell bridler,1991).

Dan akan berbeda lagi jika anda melihat dari sudut pandang yang lain. Bahwa belajar itu adalah sesuatu yang tidak bisa disebut dengan belajar. Hal ini juga diperkuat dengan pendapat seorang ahli terkemuka yang bernama rogers. Rogers mengatakan bahwa belajar adalah praktek pendidikan yang menitiberatkan pda segi pengajaran, bukan pada siswa ya ng  belajar (snelbecker,1974).

Namun kedua argument bersebarangan yang saya paparkan diatas merupakan hal yang wajar di dunia pendidikan. Karena pada hakikatnya pendidikan di era globalisasi ini adalah pendidikan yang bersifat konstruktif. Menurut Schuman (1996), konstruktif dikemukakan dengan dasar pemikiran bahwa semua orang membangun pandangannya terhadap dunia melalui pengalaman individual atau skema. Konstruktif menekankan pada menyiapkan peserta didik untuk menghadapi dan menyelesaikan masalah dalam situasi yang tidak tentu atau ambigus. Jadi jika terdapat perbedaan persepsi antara anda dan teman anda tentang sebuah hal, Contoh nya saja “game”. Itu merupakan hal yang memang menjadi tren dan harus di era globalisasi ini

Nah saya menemukan sebuah game yang telah mendidik seorang peserta didik yang tidak tahu apa-apa dan menjadi tahu apa-apa dalam arti kata peserta didik ini mengalami proses belajar dengan game yang dimainkannya setiap hari. Sebut saja nama game ini dengan “RO” kepanjangan dari ragnarok. Ragnarok adalah suatu game RPG yang dibuat oleh korea. Game ini merupakan kategori game online. Peminat dan pengguna game ragnarok ini sangat banyak sekali. Hampir seluruh dunia memainkan game yang dibuat oleh korea ini.

Ketika kita bermain Ragnarok. Maka mau tidak mau kita harus menggunakan bahasa inggris untuk berkomunikasi dengan player yang lain dan untuk mengetahui petunjuk-petunjuk yang ada di game ini. Ketika kalian memainkan game yang berbentuk 2D ini, secara otodidak kalian akan mencari tahu kosa kata dalam bahasa inggris yang tidak kalian mengerti. Ketika bahasa internasional ini sudah melekat pada game yang sering anda mainkan di hari-hari kalian. Maka dengan begitu tanpa mengetahui grammar pun kalian bisa membuat kalimat dengan apa yang pernah kalian alami di game yang bernama Ragnarok ini. Hal ini seperti pendapat dari schuman tentang teori belajar konstruktif.

Game yang bertaraf internasional seperti ragnarok memang sangat membantu dalam pengembangan diri peserta didik. Beberapa contoh yang pernah bermain game dan menjadi popular adalah ariel peterpan, rika vokalis romance, dll. Masih banyak lagi contoh-contoh lainnya. Namun mereka menemukan taraf berfikir mereka sendiri-sendiri.

Ketika kalian bermain ragnarok. Kalian bisa menjelajahi dunia seperti yang dilakukan oleh orang-orang kaya yang bisa berpergian kesana-kemari. Cuma bedanya jika mereka menghabiskan biaya yang banyak dalam proses belajar mereka, kita hanya menghabiskan secangkir teh untuk biaya pergi menjelajahi seluruh dunia dengan ragnarok. Kalian bisa membedakan penggunaan bahasa inggris orang-orang asia, eropa, amerika, afrika, Australia dan masih banyak Negara yang lain.

Dengan memainkan game ini, anda akan merasa masuk kedalam dunia runemigran, runemigran adalah sebutan lain dunia ragnarok. Dari segi grammer dan kesopanan semua sudah di atur oleh admin pada masing-masing server. Jadi hanya dengan memainkan game ragnarok ini. Sejuta manfaat akan kalian dapatkan.

Nah jadi rubah yah fikiran kalian tentang game yang bisa merusak mental dan fisik, karena ternyata game juga bisa dipakai untuk belajar. Jika kalian ingin mencoba dn memainkan game ini. Caranya mudah sekali anda bisa mengakses www.ragnarok.co.id atau www.twinkle-ro.com . dan jika anda merasa ribet kalau harus mendownload file-file yang diperlukan untuk memainkan game ini. Hubungi saya di www.nurkurosaki.blogspot.com atau vistga.ragnarok@yahoo.co.id . terima kasih yah sudah membaca artikel saya ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar