Minggu, 20 Mei 2012

Teori Konstruktif vs Teori Behavioristik


Konstruktif vs Behavioristik

Kini berbagai penyuluhan-penyuluhan dilakukan oleh berbagai macam elemen pendidikan demi memperkenalkan teori-teori pengajaran yang baru terutama bagi guru yang lama/lawas. Salah satunya adalah teori konstruktif dan behavioristik. Kedua aliran ini bertolak belakang namun memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Teori konstruktif belakangan ini lebih ditonjolkan penyuluhannya dari pada teori behavioristik, pasalnya teori konstruktif bisa membangun bangsa lebih baik ketimbang teori behavioristik
 

Pengertian/definisi teori behavioristik adalah aliran yang menganggap bahwa murid harus mengikuti apa yang dikatakan oleh guru sebagai pengesah sumber belajar dengan menggunakan stimulus-stimulus, beberapa tokoh teori bahavioristik adalah Dr skinner, thome, duke. Teori ini cenderung ke pengajaran tradisional yang mana sekarang mulai ditinggalkan, namun tingkat SD/MI masih kental dengan teori behavioristik.ke tidak mungkinan menggunakan teori konstruktif untuk siswa SD/MI membuat para pembuat kurikulum tetap menggunakan teori bahavioristik untuk siswa SD/MI. hal ini jelas sangat berbeda dengan teori konstruktif

Pengertian / definisi teori konstruktif adalah aliran yang menggangap bahwa belajar tidak hanya didapat dari 1 sumber saja namun juga bisa didapat dari banyak sumber dan pemikiran-pemikiran dari pelajar konstruktif pun lebih bebas berkembang karena ilmu yang didapat dikelolah oleh diri sendiri, oleh karena itu tiap individu terkadang memiliki pemahaman yang berbeda namun tetap dalam inti yang sama Teori konstruktif ini pasti tidak asing lagi bagi pelajar universitas/mahasiswa, pasalnya dari dulu teori konstruktif ini memang sudah kental berada di lingkungan kampus. Baru-baru ini tingkat SMP dan SMA sudah mulai dirasuki oleh teori konstruktif hasil dari pemasukan teori konstruktif ke siswa SMP dan SMA pun sangat memuaskan. Beberapa pelajar SMP dan SMA sudah bisa membuat karya-karya yang memang pantas dibanggakan dan mampu menyamai karya-karya dari cina / Negara lainnya. Banyak sekali sosialisasi yang digencar untuk mengembang biakan teori ini khususnya kepada guru-guru, karena jika guru sanggup mengerti cara pola piker teori konstruktif maka dengan mudah murid pun akan mengikuti.



Kelebihan dari teori Behavioristik :
1.       Cocok untuk siswa/siswa yang tidak begitu pintar (low IQ)
2.       Hubungan antara guru dan murid tercipta lebih baik
3.       Pemahaman yang sama membuat kemudahan dalam menentukan nilai
4.       Mudah untuk mendapatkan validity dalam tes
5.       Biasanya kereabilitasnya baik

Kekurangan dari teori Behavioristik :
1.       Metode seperti ceramah jadi membosankan
2.       Membutuhkan tenaga yang banyak
3.       Membuat siswa/siswi malas
4.       Kurangnya kreatifitas dalam berkreasi
5.       Imajinasi yang terbelenggu
6.       Kurang bisa menerima inovasi-inovasi baru
7.       Determinasi yang kurang
8.       Siswa menjadi pasif



Kelebihan teori Konstruktif :
1.       Sangat baik dalam pengembangan kreatifitas siswa dan guru
2.       Menyenangkan karena tidak monoton
3.       Tidak terlalu membutuhkan tenaga yang banyak bagi guru
4.       Siswa menjadi lebih aktif
5.       Inovasi-inovasi dari siswa lebih berkembang

Kekurangan Teori Konstruktif :
1.        Mengeluarkan banyak biaya
2.       Sulitnya membuat validity yang tinggi dalam tes
3.       Sulitnya penentuan nilai
4.       Reliability coefficient kadang tidak stabil


Perbedaan Teori Behavioristik dan Teori Konstruktif
Behavioristik
Konstruktif
Belajar adalah pencetakan objek dan bersifat tetap
Belajar bisa berubah-ubahobjeknya non-objektif
Pengetahuan terstruktur dengan rapi
Struktur pengetahuan dibuat oleh kreeatifitas pelajar sendiri
Siswa akan memiliki pemahaman yang sama
Siswa akan memiliki pemahaman yang berbeda
Mind control berfungsi untuk menjiplak/ mengingat hal-hal yang ada dibuku atau ang diajarkan
Mind control berfungsi untuk meninterprestasikan peristiwa,objek yang ada nyata

Lalu manakah yang lebih baik antara teori behavioristik dan teori konstruktif? Keduanya sama-sama baik hanya saja itu tergantung situasi dan kondisi dimana teori-teori ini digunakan. Apabila tidak tepat timing dan locationnya maka teori ini malah akan membuat siswa/siswi makin bingung.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar