Senin, 26 Maret 2012

Tanpa Keluhan Nambah Bersyukur

Tanpa Keluhan Nambah Bersyukur

Banyaknya pekerjaan dan masalah yang dihadapi oleh masyarakat jaman sekarang membuat dunia terasa menyiksa sekali bagi mereka yang sering mengeluh ketika menghadapi itu semua, Khususnya bagi para remaja. Mereka selalu mengeluh dan menunjukan bahwa diri mereka tidak mampu sekaligus merendahkan harga diri mereka sendiri.

                Para remaja biasa menuangkan keluhannya di jejaring social seperti facebook atau twetter. Mereka menunjukan kelemahan diri mereka kepada orang lain, yang mana belum tentu mau mendengarkan keluhan mereka dan justru bisa menjerumuskan diri mereka ke dalam daya tipu yang bergravitasi tinggi, yaitu kecanduan rendah harga diri. Sudah banyak akibat negative dari mengeluh di jejaring social. Membuat para remaja bagaikan seorang artis yang selalu diliput oleh masyarakat sekitar namun bedanya para remaja ini dicap sebagai orang yang berharga diri rendah.

                Ketika keluhan terlempar baik di dunia maya ataupun di dunia nyata, maka kelembutan hati kita untuk bersyukur akan mengeras. Jika kita mau berfikir sejenak dengan tenang menggunakan hati dan fikiran kita, maka kita akan menyadari bahwa apa yang kita keluhkan selama ini tidak ada apa-apanya dengan sesuatu yang mereka syukuri.  Kita terlalu menuntun lebih kepada diri kita sendiri padahal usaha yang kita lakukan tidak cukup untuk memenuhi keinginan kita. Keluhan demi keluhan kita lempar berharap untuk dapatkan apa yang kita keluhkan, namun apa hasilnya? Tidak ada. Justru dengan semakin banyak kita mengeluh maka kepuasan yang kita butuhkan akan semakin menjauhi diri kita. Jika kita bisa mengurangi keluhan kita dan bisa mulai bersyukur, maka keinginan yang menghantui anda akan bisa ternetralisasi sekaligus membuat hati anda merasa bahagia.

                Apa yang kita keluhkan selama ini tidak ada apa-apanya dengan sesuatu yang mereka syukuri. Tau kah anda maksud dari kalimat itu? Dalam sebuah reality show menceritakan seorang kakek tua yang cacad karena kecelakaan namun kakek tersebut tidak menyerah dan tetap mencari nafkah demi menghidupi keluarganya. Kakek itu tidak mengeluh bahkan terus bersyukur kepada Allah SWT. Apakah kita mengalami kesulitan seperti kakek itu? Tidak . lalu kenapa kita harus mengeluh kepada seluruh dunia? Menunjukan kelemahan diri kita kepada publik. Jawabnya ada pada diri kita masing-masing

                Jika kita mau menyadari sesungguhnya Allah SWT telah memberikan nikmat yang luar biasa kepada kita, namun kita saja yang tidak bisa merasakan nikmat yang amat luar biasa itu karena kita selalu mengeluh dan mengeluh. Kita selalu memandang apa yang diatas kita dan melupakan apa yang dibawah kita. Orang-orang yang berada dibawah kita menderita, kelaparan dan terus berusaha untuk menjalani beratnya hidup ketika kita memandang dan memperhatikan mereka, maka rasa bersyukur tanpa mengeluh akan tercipta dan menjadi kebiasaan bagi kita, Jika memandang orang-orang yang berada diatas kita maka kita akan merasa serba kurang. Hal ini memicu keluhan yang mengakibatkan kurangnya rasa bersyukur kepada Allah SWT. Allah SWT akan memberikan nikmat yang lebih kepada kita jika kita mau mensyukurinya. Nikmat ini sebenarnya sudah sangat besar dan luar biasa , tinggal bagaimana anda menyadarinya.

                Teman-teman bersyukur merupakan takaran kebahagiaan anda sendiri, jika anda selalu bersyukur maka anda tidak akan mengeluh dan anda tidak akan merasa kurang dengan apa yang anda dapatkan. Anda tidak akan mendapatkan beban yang menumpuk karena anda selalu bersyukur dengan apa yang anda miliki, dengan usaha yang keras dan ikhlas bercampur dengan bersyukur, maka insyaAllah Allah akan menambahkan rezeki dan kenikmatan kepada kita.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar