Kamis, 23 Agustus 2012

Pengaruh pernikahan terhadap penampilan jasmani berdasarkan pahala dan dosa


Pengaruh pernikahan terhadap penampilan jasmani berdasarkan pahala dan dosa

Jika kita melihat orang yang baru menikah, terkhusus pada wanita. Maka kita pasti akan mendapati bahwa orang yang menikah itu cantik atau ganteng. Pertanyaannya, “Setelah 1-5 tahun berlalu, kenapa wajah dari mereka berubah drastis dan terutama pada wanita”. Padahal kalo dibandingkan dengan teman sebaya mereka yang belum menikah, wajahnya jauh beda. Terkadang yang amat super cantik menjadi biasa-biasa saja. Beberapa dari mereka beralasan karena efek dari pregnant atau hamil. Namun, saya mengadakan observasi tentang perubahan penambilan fisik pada manusia baik pada wanita maupun pria. Ternyata hasil dari observasi saya, mereka yang mempunyai penampilan fisik oke memiliki sifat baik yang menonjol dan sifat buruk yang amat terkucil. Sebaliknya orang-orang yang memiliki perubahan fisik menurun itu memiliki sifat negatif yang menonjol dan tanpa mereka sadari bahwa hal-hal yang dilakukan adalah “durhaka”.



Belum lama ini, saya mendengar cerita dari ibu saya. Beliau bercerita tentang seseorang yang berubah fisiknya. Yang semula berwajah agnes monica, namun sekarang telah berganti menjadi agnes monica lvl -3 alias menurun sebut saja dia sebagai Miss,A . dulunya Miss,A ini adalah orang yang baik dan sangat ramah plus cantik beud. Banyak sekali pemuda-pemuda yang mengidolakannya. Dan pada suatu saat Miss,A memutuskan untuk menikah dengan seorang pemuda yang dia yakini sebagai pendamping hidupnya. Disinilah terjadi perubahan yang membuat semua anugrah penampilan dan hidayah pada hati Miss,A berubah. Miss,A tidak kuat dengan tekanan yang dia peroleh dari sebuah pernikahan. Pernikahan yang ia rajut bersama kekasih pilihannya itu telah membuat beberapa dari sifat-sifat baiknya hilang. Suami yang tidak terlalu baik membuat dia menjadi berubah. Miss,A pun tanpa sadar membentak-bentak suaminya. Dia tidak sadar bahwa membentak dan membantah pada suami merupakan bentuk dari durhaka. Lambat laun, perubahan itu pun memang benar terjadi sejalan dengan lahirnya anak mereka. Miss,A kini tidak mempunyai anugrah dari Allah yang seperti dulu. Hatinya telah terkontaminasi dengan dosa yang merusak saluran hidayah Allah SWT . bagaimana pun, Miss,A dulunya adalah seorang primadona yang baik hati dan bijaksana.

Dari kisah yang telah saya ceritakan diatas telah menunjukan bahwa betapa berpengaruhnya sifat dengan jasmani kita. Kesalahan yang paling besar dan mendasar yang sering dilakukan oleh para istri adalah membantah suami mereka. Di era modern ini, para laki-laki suami lebih sering tertindas akibat dari lemahnya Islam pada hati mereka. Suami memiliki tugas yaitu membimbing sang istri, bukan dibimbing sang istri. Hal inilah yang harus benar-benar digaris bawahi oleh pasangan suami dan istri. Kekerasan diantara mereka merusak diri mereka sendiri. Cinta yang menjadi bahan dasar untuk nikah serasa runtuh karena bentakan-bentakan yang selalu menghiasi keharmonisan mereka. Hanya Islam yang bisa memperkuat cinta mereka. Dengan Islam, pasangan suami istri akan tahu cara untuk menjalankan pernikahan dengan baik dan benar.

Beberapa dari kaum suami lebih diuntungkan karena bertindak sebagai korban dictator istri. Kaum suami lebih memiliki kesabaran meskipun seharusnya tidak harus selembut itu. Namun, apa yang mereka lakukan adalah hal yang jauh dari dosa. Mereka menerima meski harus dibentak dan disuruh-suruh bagai pembantu. Sedangkan sang istri akan selalu mengalami penggerobosan anugrah dari Allah SWT, sebab sang istri selalu melakukan kekejaman yang tidak pernah ia sadari. Kekejaman yang menjadi kebanggan seorang istri yang selalu dipertontonkan pada public PKK ataupun pengajian-pengajian rumpi.

Saya mempunyai seorang potret suami yang sangat ideal dengan Islam dan bisa membimbing istri beliau dengan baik. Beliau adalah seorang bapak yang memiliki 4 anak sebut saja dengan Mr.D . Mr.D adalah orang yang amat tegas dan mempunyai pendirian yang kokoh meskipun sedikit keras kepala. Beliau sangat bertanggung jawab dengan keluarganya. Beliau rela untuk memberi sesuatu yang beliau suka kepada istrinya maupun anak-anaknya. Namun, apa yang Mr.D katakan adalah hal yang harus menjadi hukum alam yang tidak boleh dilanggar dan barang siapa yang melanggar akan mendapatkan hukuman dari beliau. Alhasil, anak-anak dan istri beliau sangat terawat. Istri beliau yang patuh kepada beliau, ditambahkan anugrah oleh Allah SWT. Wajah istri Mr.D awet muda meski umurnya sudah menginjak 40 tahun. Sungguh Allah Maha Adil, Allah memberikan anugrah karena sifat sang istri yang patuh pada suami. Meskipun, sang istri Mr.D memiliki tekanan yang lebih, akan tetapi tekanan itu tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan anugrah tersebut.

Dari cerita tersebut, kita bisa menyimpulkan bahwa semakin banyak kita berbuat pahala maka kita akan memiliki anugrah dari Allah yang semakin banyak. Memang tidak baik, jika kita berbuat baik hanya untuk mendapatkan jasmani yang lebih. Namun disini kita lain, kita beribadah kepada Allah untuk mendapatkan rahmat dan hidayah dari Allah SWT. InsyaAllah, kita akan selalu diberi anugrah asalkan kita tidak pernah menyerah untuk meraihnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar